27/11/2018

Terimakasih, suamiku :)

Pernikahan.

Setiap orang tentu menginginkan kebahagiaan, harapan yang selama ini diimpikan, dan ketenangan jiwa dalam mengarungi bahtera kehidupan.

Namun, adakalanya kita juga harus siap, dengan apa yang diberikan oleh sang Pemberi Kehidupan itu sendiri. Baik itu ujian, cobaan, maupun takdir yang tidak mungkin kita hindari.

Ya, selama satu tahun lebih menikah, kami dihadapkan oleh kenyataaan lain. Beda dari yang lain. Aku menyebutnya istimewa. Betapa tidak, ketika pasangan lain hidup dengan hal yang 'biasa' menurut kebanyakan orang. Kami berdua mengalami hal yang lebih dari itu.

Kedewasaan kami diuji, dengan kesedihan yang teramat sangat. Penyesalan dan kekecewaan pun muncul, mengotori pikiran dan hati. Namun, ada nurani yang selalu berbisik, bahwa ini semua hanya titipan, sementara dan kami pun tidak sendiri.

Takdir sudah tertulis dan kita pun harus siap menghadapi. Apapun itu. Jangan takut, jangan menyerah, apalagi putus asa. Jangan. Kita semua punya harapan yang sama. Rahmat Allah yang Maha Luas masih ada untuk kita.

Apakah kita hidup dengan pinjaman nyawa dan nafas ini hanya untuk bermain belaka? Tidak. Kita tidak sehina itu. Semua memiliki kesempatan yang sama. Baik di kala sehat maupun sakit. Di kala bahagia maupun sedih. Tidak ada yang sia-sia, semua ada imbalannya dan ibadah tujuannya.

Setiap impian boleh kita kejar, tapi ingat, tidak semua akan tercapai. Ada kalanya kita diuji dalam proses. Ketika berhasil pun belum tentu itu yang terbaik buat kita. Ikhlas adalah suatu keniscayaan.

"Allah tidak akan membebankan kesulitan di luar kemampuan makhlukNya"
Salah satu janji Allah bahwa kita masih diperhatikan, kita masih diberi harapan.

Selalu optimis, berpikir positif, dan sabar seperti yang selalu kau ajarkan padaku. Jangan lelah berikhtiar dan meminta kebaikan, karena keinginan belum tentu baik untuk kita. Yakin, akan selalu ada hikmah di balik setiap momen yang kita jalani.

Terimakasih, suamiku. Memilih menjalani takdir bersamaku. Mari kita berjuang bersama. Kita satu sekolah lagi sekarang, sekolah kehidupan :)

Semoga kita lulus, husnul khotimah ya. Bonusnya kumpul lagi di surga. Ada bidadari kecil kita yang menunggu disana.

From the deepest of my heart,
Love you.

No comments:

Post a Comment